Padang - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) siang hingga sore menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat mencatat sedikitnya 15 titik terdampak banjir, sementara proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Sekretaris BPBD Sumatera Barat, Ilham Wahab, mengatakan Kota Padang menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan dibandingkan kabupaten dan kota lain di Sumbar yang juga diguyur hujan.
"Intensitas hujan di kabupaten dan kota di Sumbar cukup tinggi. Yang terparah terjadi di Kota Padang," kata Ilham, Senin (3/8/2026).
Menurut data sementara BPBD Sumbar, dari 15 titik yang terdampak, petugas telah memprioritaskan evakuasi di lima lokasi yang dinilai paling membutuhkan penanganan segera. Sementara 10 titik lainnya masih dalam antrean penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Lima Titik Prioritas Evakuasi
BPBD Sumbar menyebut lima lokasi yang menjadi prioritas evakuasi meliputi:
- Lubuk Minturun;
- Sungai Lareh;
- RT 01/RW 01 Pasa Lalang, Kecamatan Kuranji;
- RT 02/RW 06 Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji; dan
- Gunuang Sariak.
Sementara itu, lokasi terdampak lainnya yang masih menunggu proses penanganan berada di:
- Perumahan Abi Lumin;
- Lubuk Timpuruang Guo;
- Komplek Wahana II Kuranji;
- Belakang RSI Siti Rahmah, Aia Pacah;
- Belakang RSUD Rasidin, Aia Pacah;
- SDIT Alam Ar Royan, Bypass Pegambiran;
- SMPN 27 Sungai Sapih;
- RT 01/RW 07 Pasa Lalang, Kecamatan Kuranji;
- Lapau Banjuang Pasa Pagi Balaibaru, Kecamatan Kuranji; serta
- Jalan Usang Sungai Sapih, Simpang Perumahan Taman Asri III.
Empat Perahu Karet Dikerahkan
Untuk mempercepat proses penyelamatan warga, BPBD Sumbar mengerahkan puluhan personel beserta empat unit perahu karet ke sejumlah lokasi terdampak.
Operasi evakuasi dilakukan secara terpadu bersama Basarnas, Satpol PP, BPBD Kota Padang, TNI, Polri, serta unsur pemerintah daerah lainnya.
Ilham mengatakan, hingga Senin malam, pendataan terkait jumlah korban terdampak maupun kerusakan masih terus dilakukan karena fokus utama petugas saat ini adalah menyelamatkan warga yang masih terjebak banjir.
"Belum ada data korban, belum ada titik pengungsian resmi, dan data kerusakan juga masih dalam pendataan. Fokus utama petugas saat ini adalah tindakan penyelamatan," ujarnya.
Warga Diminta Tetap Waspada
BPBD Sumbar juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan bantaran sungai dan daerah rawan banjir, agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi.
Masyarakat diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila debit air terus meningkat serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
"Petugas gabungan hingga kini masih bersiaga untuk memantau perkembangan situasi dan melakukan evakuasi apabila diperlukan," kata Ilham.
Hingga berita ini diterbitkan, proses evakuasi masih berlangsung di sejumlah titik dan BPBD Sumbar terus melakukan pembaruan data terkait dampak banjir di Kota Padang.
Editor : Ridwan
