-->

Notification

×

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Iklan

Beranda

Tag Terpopuler

Pemko Padang Mulai Rekonstruksi Jembatan Kampung Tanjung yang Rusak akibat Bencana

Senin, Agustus 10, 2026 | 11.57 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-10T04:57:39Z

 



PADANG, --Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai merealisasikan pembangunan kembali Jembatan Kampung Tanjung di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat.


Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) infrastruktur yang terdampak bencana.


Jembatan Kampung Tanjung sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada tahun lalu. Kondisinya kemudian kembali terdampak setelah banjir melanda sejumlah wilayah Kota Padang pada Senin (3/8/2026).


Pembangunan fisik jembatan mulai dilaksanakan pada Minggu (9/8/2026), setelah melalui tahapan perencanaan dan proses pengadaan sesuai ketentuan.


Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, dimulainya pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana.


"Alhamdulillah, satu per satu proses rehab rekon pascabencana mulai dikerjakan secara fisik. Kita berkomitmen melakukan perbaikan secepat mungkin, tetapi tetap harus sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Fadly.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah bersabar selama proses pemulihan infrastruktur berlangsung.


"Terima kasih atas kesabaran masyarakat Kota Padang, khususnya warga yang terdampak bencana," katanya.


Anggaran Rp 8,8 Miliar

Pembangunan Jembatan Kampung Tanjung merupakan bagian dari Paket 3 pemulihan infrastruktur dengan nilai kontrak sebesar Rp 8.826.169.373.


Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026.


Berdasarkan data yang disampaikan Pemko Padang, pekerjaan tersebut memiliki Nomor Kontrak 011/Kont-PJJ/APBD/DPUPR/2026.


Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Kamala Unida, dengan pengawasan konsultan yang terdiri dari PT Artha Graha Cipta KSO dan PT Aqsa Mandiri Konsultan.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri mengatakan pembangunan kembali jembatan menjadi salah satu prioritas karena menyangkut akses masyarakat.


Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di kawasan Kampung Tanjung dan sekitarnya.


"Pembangunan kembali Jembatan Kampung Tanjung ini merupakan komitmen Pemko Padang agar aksesibilitas masyarakat segera kembali normal," ujar Malvi saat meninjau lokasi.


Dikerjakan 150 Hari Kalender

Malvi menjelaskan, pekerjaan pembangunan jembatan tersebut telah berkontrak sejak 27 Juli 2026 dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender.


Ia mengatakan proses pengerjaan akan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.


"Pelaksanaan pekerjaan ini kami lakukan sesuai kontrak dan ketentuan yang berlaku. Kami berharap pembangunan dapat berjalan dengan baik sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat," katanya.


Pembangunan jembatan diharapkan dapat mengembalikan konektivitas warga yang sebelumnya terganggu akibat kerusakan infrastruktur.


Selain mendukung mobilitas, keberadaan jembatan juga dinilai penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat yang menggunakan akses tersebut dalam kegiatan sehari-hari.


Warga Diminta Berhati-hati

Selama proses pembangunan berlangsung, Pemko Padang mengimbau masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi kawasan Kampung Tanjung untuk meningkatkan kewaspadaan.


Pengguna jalan diminta mengikuti rambu maupun arahan petugas di sekitar lokasi proyek untuk menghindari risiko kecelakaan.


Pemko Padang berharap proses pembangunan berjalan sesuai jadwal sehingga akses masyarakat dapat segera kembali normal dan infrastruktur tersebut dapat digunakan secara optimal.

×
Berita Terbaru Update